KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PEMILU

kartini

Di era Kolonialisme Belanda kita mengenal RA Kartini, ia lahir sebagai pemimpin perempuan yang memperjuangkan kebebasan dan peranan perempuan melalui emansipasi dalam bidang pendidikan. Berkat pemikiran-pemikiran yang ia lahirkan, sehingga sampai saat ini pemikirannya masih menjadi bahan kajian para Kartini-kartini masa kini.

Didalam bingkai kehidupan sosial dan politik masyarakat Indonesia secara umum memberikan ruang yang luas dan ramah bagi kaum perempuan untuk berkiprah dalam politik, termasuk menjadi pemimpin. Bahkan kesempatan ini terus diberikan, termasuk penetapan kuota 30% perempuan di parlemen.

Keterwakilan perempuan dalam konstitusi di Negara Indonesia telah dijamin oleh Undang-undang karena pada dasarnya peran kaum perempuan dan laki-laki adalah sama.

  1. UUD 1945 Pasal 1 ayat (2) bahwa “kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar” Perwujudan kedaulatan rakyat dilaksanakan melalui Pemilu secara langsung sebagai sarana bagi rakyat untuk memilih wakil-wakilnya Sesuai dengan ketentuan Pasal 22E Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
    • Pemilu diselenggarakan dengan menjamin prinsip keterwakilan, yang artinya setiap orang Warga Negara Indonesia dijamin memiliki wakil yang duduk di lembaga perwakilan yang akan menyuarakan aspirasi rakyat di setiap tingkatan pemerintahan, dari pusat hingga ke daerah. Penyelenggaraan Pemilu yang baik dan berkualitas akan meningkatkan derajat kompetisi yang sehat, partisipatif, dan keterwakilan yang makin kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
    • Penggalan Pasal 28D ayat 1 setiap orang berhak atas perlakuan yang sama di hadapan hukum”. berarti baik laki-laki maupun perempuan pada dasarnya sama dihadapan hukum, berperan dalam politik, dll.
    • Pasal 28D ayat (3) setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.
    • Pasal 28H ayat (2) setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan”. Jadi, tidak ada yang bisa menyangkal perempuan juga bisa berperan dalam berbagai bidang yang biasananya dilakukan kaum lelaki, karena itu semua sudah dijamin konstitusi.
  2. Undang-undang No. 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 2 Tahun 2011. didalamnya mengatur tentang keterlibatan perempuan dalam kepengurusan partai politik dan kuota pencalonan legislatif perempuan sebanyak 30%.
  3. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD
  • Pasal 8 Ayat (2) “partai politik yang tidak memenuhi ambang batas perolehan suara pada Pemilu sebelumnya atau partai politik baru dapat menjadi Peserta Pemilu setelah memenuhi persyaratan”.
  • Pasal 8 Ayat (2) Poin e “menyertakan sekurang-kurangnya 30% keterwakilan perempuan pada kepengurusan partai politik tingkat pusat”.
  • Pasal 15 Poin d “surat keterangan dari pengurus pusat partai politik tentang penyertaan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30% sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

KIPRAH KAUM PEREMPUAN DALAM PEMILU DI BALI

Pilkada Serentak di 6 Kabupaten/Kota Tahun 2015 di Bali terdapat 4 Calon dari Perempuan yaitu 1 orang pasangan calon dari Denpasar, 1 pasangan calon untuk Kabupaten Tabanan dan 2 pasangan calon di Kabupaten Karangasem. Dari 4 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang terpilih adalah 2 pasangan calon yaitu untuk Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Karangasem.

DPRD Provinsi Bali

  • Periode 2004-2009 dari 55 kursi  keterwakilan perempuan 3 orang
  • Periode 2009-2014 dari 55 kursi  keterwakilan perempuan 4 orang
  • Periode 2014-2019 dari 55 kursi keterwakilan perempuan 5 orang

DPRD Kabupaten/Kota

  1. Denpasar Periode 2004-2009 dari 45 kursi perempuan terwakili 2 orang
      • Periode 2009-2014 dari 45 kursi perempuan terwakili 1 orang
      • Periode 2014-2019 dari 45 kursi perempuan terwakili 1 orang
  2. Badung   Periode 2004-2009 dari 40 kursi perempuan terwakili 1 orang
      • Periode 2009-2014 dari 40 kursi perempuan terwakili 1 orang
      • Periode 2014-2019 dari 40 kursi perempuan terwakili 1 orang
  3. Tabanan Periode 2004-2009 dari 40 kursi perempuan terwakili 2 orang
      • Periode 2009-2014 dari 40 kursi perempuan terwakili 2 orang
      • Periode 2014-2019 dari 40 kursi perempuan terwakili 2 orang
  4. Jembrana Periode 2004-2009 dari 30 kursi perempuan terwakili 2 orang
      • Periode 2009-2014 dari 30 kursi perempuan terwakili 5 orang
      • Periode 2014-2019 dari 30 kursi perempuan terwakili 4 orang
  5. Buleleng Periode 2004-2009 dari 45 kursi perempuan terwakili 2 orang
      • Periode 2009-2014 dari 45 kursi perempuan terwakili 4 orang
      • Periode 2014-2019 dari 45 kursi perempuan terwakili 6 orang
  6. Bangli Periode 2004-2009 dari 30 kursi perempuan terwakili 2 orang
      • Periode 2009-2014 dari 30 kursi perempuan terwakili 4 orang
      • Periode 2014-2019 dari 30 kursi perempuan terwakili 2 orang
  7. Karangasem Periode 2004-2009 dari 35 kursi perempuan terwakili 2 orang
      • Periode 2009-2014 dari 40 kursi perempuan terwakili 2 orang
      • Periode 2014-2019 dari 45 kursi perempuan terwakili 3 orang
  8. Klungkung Periode 2004-2009 dari 25 kursi perempuan terwakili – orang
      • Periode 2009-2014 dari 25 kursi perempuan terwakili 3 orang
      • Periode 2014-2019 dari 30 kursi perempuan terwakili 5 orang
  9. Gianyar Periode 2004-2009 dari 40 kursi perempuan terwakili – orang
      • Periode 2009-2014 dari 40 kursi perempuan terwakili 3 orang
      • Periode 2014-2019 dari 40 kursi perempuan terwakili 3 orang

Daftar Pemilih Tetap

  1. DPT Pilkada 6 Kabupaten/Kota 2015 laki-laki 954.750 perempuan 974.095 total 1.928.845
  2. DPT Pilpres 2014 Provinsi Bali  laki-laki 1.460.080 perempuan 1.482.202 Total 2.942.282 dengan partisipasi Pemilih laki-laki 73.80% dan Perempuan 71.08%
  3. DPT Pemilu DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014 Provinsi Bali laki-laki 1.455.831 perempuan 1480.404 total 2.936.235 dengan partisipasi pemilih laki-laki 78.86 % dan Perempuan 75.84%

 

(Sumber KPU Provinsi Bali, materi Ketua KPU Provinsi Bali 2016)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: